+62 821 3194 4966

Introduction

selengkapnya

Phylososophy

selengkapnya

Vision and Mission

selengkapnya



Welcome to Pesantren Manajer Tholabie

SEKOLAH yang MEMBAHAGIAKAN

Pesantren Manajer Tholabie merupakan lembaga pesantren yang bekerja sama dengan lembaga pendidikan formal, sehingga santri Tholabie bisa lebih mendalami dalam kompetensi Entrepreneur & Life Skill. Pesantren Manajer Tholabie menghadirkan Solusi Pendidikan bagi putra bangsa, dengan menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada kurikulum Spiritual, Soft Skill dan Entrepreneur, diharapkan output santri Tholabie memiliki Adab dan Akhlaq yang Mulia, rasa tanggung jawab, kemandirian, jiwa leadership, dan peka dengan lingkungan.

Introduction

Introduction

 

Latar belakang berdirinya lembaga pendidikan Pesantren Manajer Tholabie

 
  1. Pentingnya sekolah soft skill
    Sebuah penelitian menjelaskan bahwa 80% faktor kesuksesan seseorang dipengaruhi oleh soft skill. Kemampuan dalam soft skill ini meliputi kemampuan di bidang intrapersonal seperti percaya diri, kesadaran emosi, kemampuan menilai diri, dan proaktif. Sedangkan kemampuan interpersonal seperti mampu menerima keragaman, berjiwa pemimpin, berkomunikasi efektif, dan kemampuan membangun sinergi.Kemampuan-kemampuan ini jarang sekali diberikan, dipelajari, dan diasah oleh anak-anak kita. Sementara kebanyakan lembaga pendidikan saat ini lebih menekankan pada kemampuan hard skill atau berorientasi nilai mata pelajaran. Padahal di kehidupan sehari-hari, banyak perusahaan yang merekrut karyawan yang memiliki perpaduan soft skill dan hard skill. Bahkan tak jarang hard skill hanya dilirik ketika seleksi tahap awal saja, wawancara dan dunia kerja sangat membutuhkan kemampuan soft skill.
  2. Minimnya pendidikan berkarakter
    Tak sulit mencari berita tentang kekerasan yang dilakukan siswa kepada gurunya, anak yang berani menuntut orang tua nya sendiri karena kesalahan kecil, Banyak orang tua yang menghendaki anak yang memiliki rasa tanggung jawab, berkepribadian mandiri, berbudi pekerti baik serta memiliki sopan santun. Namun kenyataan anaknya tidak demikian, mereka masih harus diperintah untuk melaksanakan kewajibannya sendiri, tidak mandiri, belum peka dengan tanggung jawabnya. Terkadang sikap terhadap orang tua kurang sopan dan beradab. Padahal mereka secara usia biologisnya sudah besar namun usia psikologisnya, mental, sikap dan pola pikirnya masih seperti anak-anak.
  3. Sekolah solusi anak vs solusi orang tua
    Sebagian orang tua modern dalam rangka menyiapkan anaknya untuk mendapatkan pendidikan terbaik, biasanya orang tua akan memilih sekolah atau pesantren yang memiliki berbagai fasilitas sehingga anak-anak mereka bisa fokus pada pelajaran. Sehingga banyak sekolah menyediakan fasilitas laundry, agar anak-anak tidak perlu repot mencuci, menyetrika yang lumayan melelahkan dan memerlukan waktu lama. Ada fasilitas makan dan asupan gizi yang telah disiapkan oleh ahlinya sehingga anak-anak cukup sedikit mengantri untuk makan. Ada juga sekolah yang melengkapi dengan jasa cleaning service untuk terjaganya kebersihan lingkungan sekolah. Padahal dulu, kita tentu mengenal sistem piket. Piket menyapu kelas, halaman, bahkan menghapus tulisan di papan tulis. Sebagai siswa pun akhirnya belajar dengan menggerakkan tangan langsung. Sementara masa kini, banyak sekolah justru berlomba-lomba dalam pengadaan fasilitas, padahal di sisi lain fasilitas lengkap yang salah penggunaan justru membuat anak tidak terbiasa untuk bekerja, bergerak, dan menggunakan ototnya. Dampak buruknya ialah kelak anak-anak yang dimanja dengan fasilitas akan kesulitan dalam kehidupan nyata ketika sudah harus hidup terpisah dengan orang tua. Anak jadi bergantung pada orang tua dan tidak bisa mandiri. Untuk mencetak anak-anak yang memiliki karakter tanggung jawab, jujur, mandiri, sopan santun dan beradab tersebut diperlukan pola pendidikan yang tepat, yang tidak hanya berorientasi pada nilai mata pelajaran atau akademik semata. Melainkan Pendidikan yang berorientasi pada Pembentukan Kemampuan Soft Skill [ Enterpersonal & Intrapersonal ], Ketajaman Spiritual dan Kepekaan Emosional, dari sinilah Pesantren Manajer Tholabie berdiri sebagai lembaga yang memadukan nilai konseptual, spiritual, dan amal.

Daftar sekarang sebelum terlambat

Pendaftaran akan berakhir tanggal 15 Januari 2020 untuk program SMA dan tanggal 31 Maret 2020 untuk program S1. Tempat sangat terbatas untuk peserta didik baik untuk program SMA maupun S1. Hanya tersedia tempat untuk 25 santri bagi setiap jenjangnya.



Registrasi

Corporate partners