+62 821 3194 4966

Info & Docs.



Information

 

Eranya membekali anak dengan pendidikan soft skill

Apa, sih, soft skill itu? Soft skill adalah kemampuan di luar kemampuan teknis dan akademis, yang lebih mengutamakan kemampuan intra dan interpersonal. Contohnya seperti kemampuan Anda bicara di depan umum atau menjalin hubungan dengan rekan kerja.

Sheryl Sandberg, COO Facebook, bahkan mengungkapkan betapa pentingnya soft skill untuk menyaring karyawan baru di perusahaannya. "Keterampilan lebih penting daripada pengalaman," ungkapnya dalam sebuah wawancara dengan Glassdor, dilansir dari Bussiness Insider.

"Jadi, saya lebih suka mengambil seorang yang ahli dalam suatu bidang dan memberikan mereka pekerjaan baru, daripada mengambil seseorang yang tidak punya keterampilan meski memiliki pengalaman yang cukup banyak," tambahnya.

Dari situ dapat diambil bahwa soft skill itu penting. Dikutip dari laman womantalk.com bahwa berikut ini 6 daftar soft skill yang minimal dimiliki dalam dunia kerja.

1. Kemauan untuk belajar
Jadilah orang yang mau belajar dan menambah pengetahuan di dunia kerja, meski itu bukan bidang utama Anda. Jika menutup diri dan tidak mau belajar, maka Anda tidak hanya merugikan diri tapi juga perusahaan.

2. Kepemimpinan
Bekerja dalam tim dan ditunjuk jadi pemimpin memang bukan tugas yang mudah. Tapi jika Anda punya kemampuan untuk beroganisasi, problem solving, serta team management, maka semua bisa dijalankan dengan baik.

3. Komunikasi
Anda tidak bekerja sendri, tapi bersama dengan banyak orang. Hal itu menuntut Anda untuk dapat berkomunikasi dengan baik. Jika tidak punya soft skill ini maka Anda akan kesulitan untuk membangun relasi dan berkembang.

4. Manajemen waktu
Kini banyak pekerjaan yang tidak menuntut Anda untuk terus berada di kantor. Suatu keuntungan tapi juga suatu jebakan. Sebab Anda harus pintar-pintar mengatur prioritas dan keinginan. Ingat untuk tetap menjadikan pekerjaan sebagai prioritas Anda.

5. Kreatif
Orang yang kreatif mampu berpikir out of the box, dan itulah yang dicari oleh setiap perusahaan. Ide yang orisinal akan dihargai sangat mahal. Sosok yang kreatif biasanya juga berani memulai sesuatu yang berbeda sehingga bisa membawa inovasi baru bagi perusahaan.

6. Gigih
Soft skill ini sangat dicari. Sebab ketika sebuah usah sedang dihadapkan pada masalah, sosok yang terus berjuang dan tidak mau menyerah biasanya akan terlihat menonjol

 




Apa pentingnya soft skill?

Saat ini kita masih sering terpengaruh bahwa orang yang sukses harus pintar matematika, orang yang kaya harus memenangkan lomba-lomba mapel, orang yang berpengaruh haruslah rangking satu di kelas.

Padahal, psikolog David McClelland berpendapat bahwa terdapat beberapa hal yang berkontribusi terhadap kesuksesan para eksekutif. Faktor-faktor yang terkuat antara lain dorongan pencapaian, mengembangkan orang lain, kemampuan beradaptasi, pengaruh, kepercayaan diri dan kepemimpinan. Semuanya adalah soft skill. Satu-satunya hard skill yang masuk dalam daftarnya hanyalah kemampuan berpikir analitis.

Soft skill terbagi menjadi dua jenis. Pertama adalah kualitas personal, yang terdiri dari: dapat bertanggung jawab, kepercayaan diri, mampu bersosialisasi, self-management (mampu mengatur diri sendiri) dan integritas/kejujuran. Kemudian kedua adalah interpersonal skill yang terdiri dari leadership (kepemimpinan), kemampuan bernegosiasi, mampu bekerjasama dalam tim, mau berbagi ilmu dengan orang lain, serta dapat melayani klien/pelanggan.

Hasil penelitian menunjukkan, justru soft skill yang menentukan kesuksesan seseorang dalam kepemimpinan suatu bisnis. Seperti artikel pada CPA Journal yang mengemukakan bahwa 20% kesuksesan seseorang diperkirakan berasal dari intelegensia yaitu kemampuan untuk belajar dan memahami. Sementara itu, 80% sisanya berasal dari kemampuan untuk memahami diri sendiri dan berinteraksi dengan orang lain.

Oleh karena itu, tak dapat disangkal lagi bahwa communication dan interpersonal skill merupakan syarat terpenting untuk sukses di profesi manapun. Komunikasi merupakan sesuatu yang selalu kita lakukan baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Komunikasi juga mengambil peranan penting dalam team working skill. Jika kita tidak dapat bekerja sama dengan baik dengan orang-orang lain di dalam organisasi, maka tujuan akan semakin sulit untuk dicapai.

Jadi apakah kita masih berfikir bahwa softskill tidak penting?

 




Nilai Kejujuran, di Negara Timur

Bangsa Indonesia memang punya masalah besar dengan kejujuran dan tanggung jawab elite-elitenya dalam mengelola aset dan menjalankan amanah. Dan, hal ini merupakan masalah utama yang menyebabkan bangsa Indonesia terpuruk di semua bidang.

Kejujuran adalah prinsip hidup yang sulit ditancapkan hanya melalui metode pendidikan. Sebab, kejujuran adalah kesadaran yang murni hati, tidak menyentuh otak.

Kejujuran itu terkait dengan idealisme yang tertanam dalam diri seseorang. Dan, ada banyak kalangan yang meyakini bahwa kejujuran, meski tidak mutlak, memiliki kaitan erat dengan sisi spiritual dalam diri manusia.

Sebuah pendidikan yang dijalankan dengan religius akan lebih efektif dalam membentuk kepribadian anak didik, daripada pendidikan yang dijalankan dengan cara sekuler. Hal itu, karena fokus utama yang paling ditekankan dalam agama adalah pembentukan kepribadian daripada kemampuan dan keterampilan.

Masih rendahnya sisi spiritual dan religius pada pola pendidikan di Indonesia, sangat mungkin merupakan salah satu penyebab utama maraknya kenakalan remaja di sekolah-sekolah. Penerapan kejujuran dimulai dari usia dini dan khususnya pembiasaan dalam lingkungan keluarga, sebagai lingkup yang paling dekat dengan anak. Pembiasaan sikap jujur bisa dimulai dari:

  1. Berani mengakui kesalahan, sehingga anak-anak jangan dimarahi dulu ketika salah, agar ia tidak takut mengungkapkan kebenaran
  2. Selaras antara ucapan dan perbuatan
  3. Terbukti bisa memegang, menjalankan, dan melaporkan progress/hasil amanah yang diembannya

Awalnya, menerapkan sikap jujur memang sulit, tetapi dengan pembiasaan sedari dini Insya Allah anak-anak akan merasa bahwa kejujuran ialah keharusan!